Aku kesal banget neh. Perawatku melapor pada hari Senin, tgl 28 Februari 2011 datang adik pasienku (sebut aja namanya "S") minta surat keterangan sakit ke perawatku dengan alasan kemarin sabtu 26 Februari, kakaknya (sebut aja "IL") sudah berobat ke praktekku dirumah dan Senin ini disuruh bu dokter mengambil Surat Keterangan Sakit di Puskesmas untuk 2hari.. Idiiiiih, tega banget "IL" berbohong padahal dia ga berobat ke praktekku. Tapi bisa-bisanya dia mengarang indah seperti itu. Lagian andaikan dia berobat di praktekku, aku kan juga menyediakan surat keterangan sakit, kenapa juga mesti kusuruh ke puskesmas.. Kan ga masuk akal. Perawatku sendiri ga berpikiran macam- macam, sehingga dia langsung memberikannya tanpa curiga. Ya sudahlah, semuanya sudah terjadi, namun aku mengingatkan perawat-perawatku untuk tidak memberikan surat keterangan sakit selagi aku tidak ada dan pasiennya tidak datang berobat. Kecuali pasiennya mang berobat di Puskesmas dan memerlukannya, bisa diberikan berapa hari sesuai dengan penyakitnya meskipun aku tidak ada.. Uuuuuh, kog tega pasien itu berbohong, apa dia ga berpikir kebohongannya pasti terbongkar.. Sebeeel.
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Maret 2011
Jumat, 18 Februari 2011
Mobil L 300
18 Februari 2011 pukul 10.10, aku tiba di bandara Brang Biji Sumbawa Besar dari Mataram menggunakan pesawat IAT. Sampai diruang kedatangan, supirku sudah datang menjemputku dengan mobil Mitsubishi Pick Up L-300 yang biasa digunakannya untuk mengantar semen, kapur atau besi pesanan pelanggan ditoko orangtuaku. Eh, saat aku hendak naik mobil, tiba-tiba aku ditegur seseorang yang mengenalku tapi aku sendiri merasa tidak mengenalnya, "Wah, dr Selvi mau juga ya dijemput naik mobil barang?" Aku kaget kenapa juga dia harus berkomentar seperti itu, apa salah atau apa aneh aku naik L-300? Apa dia berpikir aku ga pantas naik L-300 karena aku seorang dokter. Tapi aku menjawabnya dengan tenang,"Karena mobil L-300 ini yang membiayai saya menjadi dokter,pak. Jadi ga ada alasan saya ga mau naik mobil barang ini." Dia terdiam, lalu aku meninggalkannya pulang kerumah. Sungguuuuuh, tidak ada sedikitpun perasaan risih dalam hatiku karena aku yang dokter naik mobil yang kondisinya memang untuk angkat barang, mereka semua ga kan pernah tau dan ga akan pernah bisa merasakan bahwa aku justru merasa sangat bangga naik mobil ini karena mobil barang ini memiliki andil menjadikanku seorang Dokter.. Terimakasih L-300 yang meskipun sering ngadat dan memang sudah tua tapi selama ini telah setia menemani mama bapakku menjalani usahanya jualan bahan bangunan ditoko..
Label:
cerita
Selasa, 15 Februari 2011
Pancake Pisang Celcius
Nyam..nyam..aku suka pisang. Mau dibuat masakan apa aja asal dari pisang, aku pasti suka (pisang goreng, roti pisang, pisang bakar, kolak pisang, puding pisang dll). Dulu waktu aku masih SD, pisang untuk sembahyang besok, ku makan tanpa minta ijin dulu hehe, akhirnya aku kena marah ama mama katanya,"Pisang masih pakat (masih agak mentah dan keras) saja dimakan." Lain lagi kata ce Nie, pisang busuk aja mungkin dimakan juga hehe. Bisaaaa aja hehe.. Nah, saat jalan-jalan ke Centro, kakakku berbelanja sebanyak 300rb dapat gratis makan Pancake pisang di Celcius lho hehe.. Aku deh yang menikmatinya.. Lezaaaaaaaat bgeeeeet loh, apalagi ada ice cream diatas pancakenya.. Maknyuuus.. Jadi buat kamu-kamu yang suka pancake pisang, cobain yaaaaaa pancake yang satu ini di Celcius.
Label:
cerita
Senin, 14 Februari 2011
Sepatu Converse
Sekitar bulan Juli 2010 saat membaca majalah Dress Code yang covernya Laura Basuki, di satu halaman aku melihat seorang model memakai sepatu converse motif kotak-kotak merah, menurutku cantik banget dan aku pengeeen memilikinya.. Aku minta tolong ce Ling untuk mencarikannya di Mall Surabaya, namun sepatu itu tidak ditemukan di Mall-mall Surabaya dan akhirnya aku terpaksa melupakan keinginanku hiks hiks. Sampai beberapa bulan kemudian ketika aku berjalan-jalan ke Pasific Palace setelah mengikuti acara konggres, aku menemukan Sepatu Converse di Planet Spor tapiiii sedih bangeeeeet karena ternyata sepatu itu tinggal ukuran 8 alias 39 (sedangkan kakiku ukuran 38).. Tapi aku tetap mencoba sepatu itu meskipun aku tau ukurannya ga sesuai dengan kakiku karena rasa penasaranku aja.. Dan apa yang terjadi saudara-saudara?? Sepatu itu sangat paaas dikakiku hehe.. Akhirnya tanpa membuang-buang waktu aku langsung membayarnya he he.. Wah, ini yang namanya jodoh.. Sekian lama diburu ga ketemu eeeeeh akhirnya dapaat juga sepatu impianku hehe. Seneeeeengnya hatiku.. Thank's God..Tiada yang Mustahil bagiMu..
Label:
cerita
Senin, 07 Februari 2011
Alamaaaakk....
Kejadian ini terjadi sabtu kemarin. Berawal ketika aku menerima sms dari tukang Siomay Bandung langgananku yang menanyakan apakah aku ada dipuskesmas, karena dia ingin mencoba berjualan disana. Aku menjawabnya bahwa aku akan datang, dan mempersilahkan dia ke Puskesmas. Sejenak aku tidak memikirkannya lagi, karena aku harus mengurus surat perpanjangan ijin praktekku di Dinas Kesehatan dan mengambil setoran IDI dokter-dokter PNS di bendahara. Dan menjadi semakin lama lagi urusannya karena paman dan bibiku kena penyakit Chikungunya dan aku harus memeriksanya, kemudian berlanjut ke rumah bunda Eka yang harus disuntik karena sakit Demam Tyfoid, sehingga aku tidak sempat kembali ke PKMS. Aku melupakan HPku didalam mobil sehingga tidak mengetahui ada telpon dan sms masuk dari teman di PKMS yang isinya berbunyi, "Siomaynya sudah dibayar dengan memakai uang loket sementara, Vi." Haaaaa??? Tentu saja aku kaget karena ternyata staf PKMS berpresepsi bahwa aku yang memanggil tukang siomay dan mentraktir mereka semua. Padahal aku merasa tidak pernah mengatakan ke tukang siomay bahwa aku akan membayarkan mereka, dan anehnya kenapa tukang siomaynya ga memberitahu mereka bahwa aku tidak menitip pesan apa-apa ke dia, karena dia sendiri yang berinisyatif untuk datang.. Mungkin karena salah satu kebiasaanku bila memiliki rezeki, berbagi berkat dengan orang di Puskesmas dengan mendatangkan tukang siomay. Jadi anggapan mereka setiap tukang siomay datang, itu berarti dr Selvi yang traktir hehe. Alamaaaaaaak,, kejadian aneh-aneh lucu hehe. Tapi ya sudahlah, aku tidak memperpanjang urusan ini. Aku juga senang dan bahagia bila bisa berbagi berkat dengan mereka yang selalu mendukung aku dan sangat baik padaku.. Dan aku berjanji pasti akan mengganti uang pinjaman itu hehe..
Label:
cerita
Tuhan..tolooong
Saat pasienku kakek dan nenek umur 70 thn dan 67 thn masuk, perasaan ibaku muncul karena mereka datang berdua tanpa ditemani oleh anak ataupun cucunya. Rupanya si kakek yang sakit, beliau mengeluh demam sejak seminggu yang lalu, disertai mual, muntah, nyeri perut, pusing, lemas, dan nafsu makan tidak ada. Aku memeriksa kakeknya dengan berhati-hati. Aku menduga kakek menderita Demam Tyfoid. Pemeriksaan laboratorium kusarankan untuk diagnosa pastinya, tapi neneknya menolak dan meminta aku memberikan obat saja. Aku tidak bisa memaksa mereka, akhirnya aku menyiapkan obat antibiotik, penurun panas, muntah dan vitamin. Aku menerangkan aturan minum obat yang benar dan menjelaskan pantangan yang harus dihindari. Saat tiba pembayarannya dan belum sempat aku mengatakan berapa yang harus dibayar, nenek itu mengeluarkan gumpalan uang yang lusuh terdiri dari uang seribuan dan logam ratusan dari lipatan kain diperutnya. Dengan wajah yang sedih dia meminta maaf hanya bisa membayarku seadanya. Hatiku sedih banget dan sangat tersentuh. Aku bisa melihat kepedihan dan kesedihan dimata nenek dan kakek itu. Sehari-harinya mereka berdua berjualan kue dijalan-jalan, dan pekerjaan itu jadi terhenti karena kakek sakit akibat kelelahan. Ingin dibawa ke dokter tapi belum memiliki uang yang cukup. Nenek harus mengurus kakek sendirian karena mereka tidak memiliki anak maupun keluarga. Aku sungguh tidak tega melihatnya, aku menolak uang itu dan mengembalikan pada nenek serta menambahkan seikhlasnya, berharap uang itu bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya. Nenek dan kakek itu menangis, mengambil tanganku dan menciumnya dan mengucapkan terimakasih.. Aku ikut menangis, dalam hati berdoa untuk kesembuhan kakeknya serta selalu dalam perlindungan dan pertolongan Tuhan. Sebelum nenek dan kakek itu pulang, aku menyampaikan bahwa bila kakek masih sakit beliau boleh datang kembali untuk kontrol. Aku berjanji akan berusaha membantu semampu aku. Tetapi segalanya kuserahkan kepada Tabib yang Ajaib yaitu Tuhan yang Maha Baik.. Karena Dia akan selalu menolong umat yang berseru memohon pertolongan padaNya. Amin.
(Ironis..Disatu sisi begitu banyak orang mampu, tetapi sengaja membuang uang untuk hal-hal yang bisa merusak kesehatannya (minum minuman keras, menggunakan narkotik, merokok dsbnya), tetapi disisi sisi lain ada orang yang sangat ingin sehat namun tak mampu berobat karena tidak memiliki uang).
(Ironis..Disatu sisi begitu banyak orang mampu, tetapi sengaja membuang uang untuk hal-hal yang bisa merusak kesehatannya (minum minuman keras, menggunakan narkotik, merokok dsbnya), tetapi disisi sisi lain ada orang yang sangat ingin sehat namun tak mampu berobat karena tidak memiliki uang).
Label:
cerita
Sabtu, 05 Februari 2011
Sabtu, 5 Februari 2011
Hari ini aku praktek jam 17.00-23.00, pulangnya lebih cepat dari biasanya. Pasti ada aja hal-hal unik yang terjadi selama melayani pasien. Seperti ini, ada pasien Tn. M, 65 tahun membawa istrinya berobat dengan Vertigo, dia bercerita bahwa sebelum ketempatku dia pergi ke praktek salah satu temen sejawatku untuk menanyakan "Apakah dr Selvi ada di Sumbawa? Apakah dr Selvi praktek?" Teman sejawatku menjawab, bahwa aku ada di Sumbawa dan tentunya praktek juga. Mendengar jawaban itu Tn. M berkata bahwa dia akan segera ke praktekku aja dan andaikan aku ga praktek, dia akan kembali ke praktek temen sejawatku untuk berobat..(Aduuuh, si bapak bisaa aja, masak ke praktek temenku hanya untuk menanyakan aku praktek apa ga, trus ngaaaciiiir pergi. Uuuuh, semoga aja temenku ga tersinggung dengan sikap pasienku ini hehe).
Nah, si pasien kecilku namanya Adira umur 4 tahun, datang-datang bisa-bisanya langsung protes kenapa mobilku kotor dan belum dicuci hehe.. Iih nih anak, kecil-kecil trus dalam keadaan sakit sempet2nya komentarin mobilku yang kotor kena ujan hehe.. Ibunya kaget, bukan karena isi komentarnya tapi karena teryata sejak pagi Adira yang demam tinggi tiba2 jadi pendiam dan ga bicara sedikitpun juga, kalau ditanya hanya mengangguk dan menggeleng (padahal biasanya cerewet), bikin ibunya panik karena merasa anaknya sakit parah hehe. Tapi kog bisanya saat masuk dipraktekku kembali cerewet lagi.. "Wah, Adira demam jangan-jangan karena kangen dr Selvi, kog sekarang demamnya turun dan keliatannya udah mulai sehat, buktinya jadi banyak omong lagi," kata mamanya hehe.. Bisa aja si ibu.. Tapi biaaaaaaar dah, terseraaah Adira deh mau protes mobil bu dokter kotor atau apapun juga yang penting Adira cepet sembuh dan ceria lagi ya he he.
Nah, si pasien kecilku namanya Adira umur 4 tahun, datang-datang bisa-bisanya langsung protes kenapa mobilku kotor dan belum dicuci hehe.. Iih nih anak, kecil-kecil trus dalam keadaan sakit sempet2nya komentarin mobilku yang kotor kena ujan hehe.. Ibunya kaget, bukan karena isi komentarnya tapi karena teryata sejak pagi Adira yang demam tinggi tiba2 jadi pendiam dan ga bicara sedikitpun juga, kalau ditanya hanya mengangguk dan menggeleng (padahal biasanya cerewet), bikin ibunya panik karena merasa anaknya sakit parah hehe. Tapi kog bisanya saat masuk dipraktekku kembali cerewet lagi.. "Wah, Adira demam jangan-jangan karena kangen dr Selvi, kog sekarang demamnya turun dan keliatannya udah mulai sehat, buktinya jadi banyak omong lagi," kata mamanya hehe.. Bisa aja si ibu.. Tapi biaaaaaaar dah, terseraaah Adira deh mau protes mobil bu dokter kotor atau apapun juga yang penting Adira cepet sembuh dan ceria lagi ya he he.
Label:
cerita
Kamis, 03 Februari 2011
Manaaaa Dokternya,,, ???
Cuaca agak sedikit mendung sore ini, tapi aku dah siap ke praktek yang berada disamping rumahku. Aku mengenakan kaos putih bercorak biru dengan rok jeans selutut, rambut kuikat ekor kuda hehe.. Pake bedak tipis-tipis dan lipstik. Emang sih, aku ga pernah berpenampilan heboh alias norak, aku lebih memilih berpakaian santai (kaos+rok atau kaos+celana 7/8) dan make up cuman lipstik doang hehe. Sehingga banyak pasien memberi komentar, "Dr Selvi, kog ga pernah pake jas dokter?" Atau "Kalo dr Selvi praktek ga pernah pake baju putih kayak dokter lain ya?" Aku biasanya menjawab,"Kalo pake baju putih, pasien anak-anak langsung menangis sebelum masuk ruangan saya tetapi kalau penampilan saya seperti sekarang ini, pasien anak yang ga sakitpun minta diperiksa haha.." Sore ini praktekku berjalan seperti biasa, sampai saat masuk seorang ibu umur 48 tahun dari luar kota Sumbawa dengan keluhan nyeri dilutut, bengkak dan sulit ditekuk. Aku berusaha menggali apa keluhan yang dirasakan ibunya serta riwayat penyakit yang pernah dialaminya, kemudian pemeriksaan fisik kulakukan. Setelah selesai, aku memberikan obat lalu menerangkan aturan minumnya kepada ibu tsb. Terakhir sebelum ibunya meninggalkan praktekku, aku bertanya,"Adakah keterangan yang saya berikan kurang jelas? Atau adakah hal yang ingin ia tanyakan?" Tapiiiiiii, sungguh tak kusangka dan kuduga yang ibunya tanyakan adalah.."Mana dokternya,mbak?" (Weleeeeh..weleeh, uda selesai diperiksa kog baru nanya mana dokternya). Dia nampak kaget dan keliatan setengah ga percaya, aku adalah dokternya. Rupanya dia mengira aku asistennya dr Selvi, dan dia membayangkan yang namanya dr Selvi uda senior, tinggi besar, tua, dan dah punya anak ha ha ha ha.. Ampuuuuun dah, rasanya kejadian ini lucuuu banget.. Apa aku mang ga punya tampang dokter? Atau karena penampilanku terlalu santai? Atau aku terlalu imut untuk menjadi dokter ha ha ha.. Kasiiiiiin deh gueeee..
Label:
cerita
Jumat, 28 Januari 2011
Nyarisss...
Kejadian ini sebenarnya sudah agak lama, bulan Oktober saat aku menjadi Dokter untuk pemeriksaan Haji tingkat kabupaten di Dinas Kesehatan. Kala itu ada pasien laki-laki berumur 45th. Aku mulai memeriksa tekanan darah sambil menanyakan riwayat penyakit sekarang, dahulu dan keluarga calon TKHI.. Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, aku mengecek catatan hasil pemeriksaan awal dipuskesmas pada lembaran awal buku.. Nampaknya semua dalam batas normal. Okeee.. Aku melanjutkan pemeriksaanku dengan teliti. Aku menemukan sedikit kelainan, pasien tampaknya agak pucat atau kecenderungan kulitnya agak kuning.. (Apakah mungkin ia kurang darah?) Perutnya terasa kembung atau sedikit bengkak.. Namun menurut keterangan darinya, tidak ada keluhan sakit, lemas, kembung, mual, muntah, demam, ataupun diare. Perasaanku amat tidak nyaman, karena dari raut wajahnya sendiri nampak kurang fit (atau mungkin dia kelelahan).. Aku menyampaikan padanya, bahwa aku belum bisa menandatangani bukunya dan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap, aku akan memberikan pengantar laboratorium padanya. Tapi dia menolak dengan alasan dia merasa tidak sakit jadi untuk apa diperiksa darahnya. Kenapa dokter mempersulit saya untuk naik haji? Aku sampaikan, bahwa tidak ada niat sama sekali mempersulit apalagi menghalangi orang dengat niat baik untuk beribadah..Ini adalah prosedur yang harus dijalankan bila dokter mencurigai ada penyakit tertentu,pak.. Saya bersyukur seandainya memang salah menduga, tapi untuk memastikannya saya perlu hasil laboratorium itu,pak..(Kalo sampai ia menolak, aku tetap ga kan tandatangan). Akhirnya dia bersedia. Singkat cerita hasil laboratoriumnya hemoglobinnya agak sedikit turun dan ya ampun SGOT, SGPT, gamma GT nya tinggi.. Aku menduga mungkin terkena Hepatitis atau Sirosis Hati.. Aku konsulkan Calon TKHI ke Dokter Spesialis Dalam untuk diberikan terapi.. Beberapa waktu lewat bahkan hampir melupakan kejadian itu sampai satu saat dipuskesmas, salah seorang stafku menyampaikan "Dok, TKHI yang dulu dokter suruh periksa laboratorium dan dikonsulkan ke RS itu sudah meninggal" (stafku ini bagian imunisasi saat pemeriksaan TKHI). Aku terkejut dan tiba2 teringat buku yang aku ga mau tandatangani itu.. Stafku meneruskan pembicaraannya "Maaf dok, sebenarnya saya mengenal beliau dan saya juga mengetahui beberapa waktu lalu dia sakit. Saya sudah sarankan untuk menunda keberangkatan hajinya sampai pulih benar.. Tapi dia tetap keras pada pendiriannya. Nah, saat mau diperiksa dia katakan pada saya untuk tidak menceritakan ke dokter bahwa dia sakit. Tetapi saat saya tau buku miliknya dipegang dr Selvi, saya katakan waaaah, saya ga akan bocorkan tapi rasanya sulit untuk lolos karena dr Selvi orangnya sangat teliti dan ternyata benar.. Dokter suruh periksa darah.. Saya katakan, benar kan dokter itu ga kan bisa di bohongi." Aduuuuuuuh, kenapa juga dia harus menyembunyikan penyakitnya. Justru kalau ketahuan penyakitnya lebih dini kan bisa diobati. Percuma juga bisa berangkat Naik Haji tapi disana sakit, justru malah ga bisa beribadah. Ya amplooop.. Nyaaaarisss aja.. Aku bersyukur pada Tuhan diberikan Hikmat Ilmu Pengetahuan.. Bersyukur bahwa meskipun pemeriksaan masing-masing orang menghabiskan waktu yang cukup lama karena kuperiksa dengan teliti, aku legaaaa karena hasilnyapun menjadi akurat dan ga ada yang terlewatkan.. Dan aku ga kecolongan hehe.. Semoga Amal Ibadah bapak itu diterima disisi Tuhan, Amiiin.
Label:
cerita
Rabu, 26 Januari 2011
Kapan Nikah ??
Teman-teman SMP maupun SMA-ku saat mereka atau keluarganya sakit seringkali berobat ke tempat praktekku. Aku sering bercanda dan bertanya kepada mereka,"Apa kalian percaya aku bisa mengobati kalian?" Mereka jawab, sejak SMA kan kamu terbukti pintar jadi kita yakin kamu pasti bisa hehe. Aku tertawa sedikit geer.. Setelah pemeriksaan selesai kulakukan dan obatnya telah kusiapkan, biasanya kita bercerita nostalgia SMA kita.. Uuuuuuuuh, tetapi perasaanku mulai ga nyaman kalo mereka mulai menyinggung hal sensitif yang sering kuhindari,"Kapan kawin, Sel?, Uda punya anak berapa, Sel?, Uda berkeluarga, Sel? Dimana suamimu, Sel? Kenapa belum menikah, Sel? Uuuuuuuh, maleeeeeeees bgeeeet jawabnya, apalagi bukan cuma dipraktek kudengar pertanyaan itu, dijalan, dirumah makan, dimana aja dan oleh siapa aja yang tentunya mereka yang sudah mengenalku. Apalagi mereka suka menambahkan dengan pernyataan.. Ingat umur loh, Sel! Hamil diatas 30an berbahaya loh! Jangan terlalu milih-milih, Sel! Apa lagi yang kamu tunggu, Sel! Huuuuuuuuu, rasanya pengen murka, reseeeeee amat seh. Mentang-mentang mereka sudah menikah dan punya anak, seenaknya mengomentariku begitu.. Mang mereka siapa? Bapak Mamaku ga rese, mereka tenang-tenang aja (tapi ga tau juga ya dalam hatinya, siapa yang tau hehe). Tapi biasanya, untuk menutupi rasa maluku sambil tertawa aku sampaikan, "Kalian menikah duluan karena ga kuat iman, kalau aku belum menikah sampai saat ini karena imanku kuat ha ha ha." Dan mereka menganggap semuanya sebagai candaan. Tetapi sebenarnya dilubuk hatiku yang paling dalam, aku sering merasa sedih dan iri. Banyak orang yang bilang aku cantik, pintar, sukses dan baik (meskipun aku merasa ga semuanya benar), lalu apa yang kurang. Sebenarnya banyak juga yang naksir diriku.. Sebenernya aku juga naksir seseorang dan dia juga keliatannya naksir padaku, tapi Tuhan belum memberikan jalan apakah dia memang jodohku.. huhu... aku kan jadi bingung kenapa Tuhan belum ijinkan aku untuk menikah? Padahal setiap malam aku berdoa bahkan seringkali meneteskan airmata mempertanyakan kapan jodohku datang yang dari Tuhan. Kenapa sampai sekarang aku masih sendiri? Apa sebenarnya salahku dan dosaku? Aku hanya bisa menangis sedih didalam kamarku yang sepi. Sampai suatu kali aku membaca Renungan Harian yang secara garis besar mengungkapkan bahwa Melajang bukanlah aib, sebetulnya yang penting bukan statusnya tetapi sikap dalam menghadapinya. Jika disikapi secara positif, maka sisi positifnya akan tampak. Bukankah orang yang melajang punya waktu yang luang dan konsentrasi lebih besar untuk berkarya? Melajang juga bukan berati hidup sendiri, karena orang yang melajang justru punya kesempatan lebih banyak untuk membangun relasi dengan orang lain. Jadi, jalanilah hidup ini dengan rasa syukur. Percayakan hidup kita pada rencana dan kebijaksanaanNya. Tuhan tahu yang terbaik. Hiks hiks hiks aku menangis tersedu membaca renungan itu, menyesal telah bersungut2 dalam hati, menyesal karena merasa Tuhan ga adil padaku.. Terlintas kejadian-kejadian dimana banyak juga teman-temanku yang mengatakan padaku, betapa beruntungnya aku karena masih sendiri bisa konggres dan jalan-jalan keliling indonesia dan luar negeri tanpa pikir panjang, bisa membeli mobil baru tanpa memikirkan kebutuhan rumah tangga, bisa bangun siang tanpa harus memikirkan suami dan anak-anak, pasiennya ramai jadi pemasukannya banyak dsbnya.. Aku berlutut dan memohon ampun kepada Tuhan karena tidak mensyukuri berkat yang sudah begitu banyak dilimpahkan padaku.. Ampunilah aku Tuhan atas dosa-dosaku. Terimakasih, Engkau sudah menyadarkan betapa beruntungnya menjadi "aku". Aku bertekad dalam hati, mulai saat ini aku harus tetap bersemangat menanti Tuhan membuat Segala Sesuatu Indah Pada WaktuNya. Dalam hidupku..
Label:
cerita
God is Good
Hari ini aku ga praktek karena merasa kurang enak badan dan sedikit pusing, mungkin aku terlalu kelelahan karena pagi ke Puskesmas hingga siang, sore pukul 17:00 praktek sampai tengah malam. Tiba-tiba aku terbangun kaget dari tempat tidur, teringat pasienku yang ku duga terkena penyakit "Bell's Palsy". Dua hari yang lalu seorang laki-laki, 44 tahun, datang ke praktekku dengan keluhan mata kirinya tidak bisa menutup sejak 5hari yang lalu. Sebelumnya beliau pernah berobat di dokter umum lainnya dan diberikan obat anti virus, penghilang rasa sakit dan Vitamin. Tetapi menurut beliau tidak ada perubahan. Aku mulai mengukur tekanan darahnya, melakukan pemeriksaan fisik sambil bertanya apakah ada keluhan lain yang dirasakannya serta riwayat penyakit yang pernah diderita beliau sebelumnya. Aku menemukan kurangnya sensasi pada wajahnya yang sebelah kiri, hidung sebelah kirinya tidak ikut bergerak, saat tersenyum bibirnya yang sebelah kiri juga tidak bergerak. Tidak ada riwayat stroke, tekanan darah tinggi, kencing manis ataupun cholesterol sebelumnya. Aku menyimpulkan beliau terkena "Bell's Palsy" yaitu penyakit kelumpuhan syaraf ke 7 yaitu nervus facialis, aku mengingatkan beliau untuk menghindari menggunakan kipas angin langsung mengenai muka, memakai kaca mata saat bepergian, dan melatih otot mata, wajah dengan fisioterapi. Aku memberikan obat golongan Kortikosteroid, penghilang rasa sakit dan vitamin syaraf. Aku memintanya untuk bersabar karena penyembuhannya membutuhkan waktu yang agak lama, mengingatkannya berdoa dulu sebelum minum obat dan kontrol 3hari untuk melihat perubahannya.. Naaaaah, yang membuat aku kaget, karena tiba2 teringat ada hal yang belum kusampaikan padanya dan aku segera mengambil HP dan menelponnya. Terdengar suara diseberang sana mengatakan "Halo", ternyata beliau sendiri yang menerima, langsung kusampaikan ada hal penting yang kemarin sempat terlewatkan. Aku menyarankan saat beliau tidur, matanya ditutup dengan perban jangan terlalu rapat dan diplester agar menghindari masuknya debu atau binatang karena matanya belum bisa menutup.. Tapi alangkah senengnya aku mendengar, bahwa mata kiri beliau ternyata sudah bisa tertutup, hidungnya sudah mulai bisa digerakkan, hanya mulut yang dirasakan belum begitu sempurna. Katanya, "Perubahannya sangat besar dokter, saya senang sekali mata saya sudah bisa menutup lagi. Terima kasih, dokter. Saya sudah bilang dengan istri saya, memang hanya dr Selvi yang bisa menyembuhkan saya." Aku menjawab,"Saya ikut senang mendengar perubahan baiknya, pak. Ini semua karena Tuhan yang menyembuhkan bapak. Saya hanyalah perpanjangan tanganNya. Jadi bapak harus bersyukur kepada Tuhan karena penyakit bapak sudah membaik." Terima kasih banyak, dokter. Saya bersyukur sekali. Aku menutup pembicaraan dengan mengingatkannya untuk kontrol saat obat habis.. Ahhhh, Thank's God for Your Kindness.. Aku sadar tanpa Campur TanganMu aku bukanlah siapa-siapa.
Label:
cerita
Selasa, 25 Januari 2011
Sandalku :)
Saat di Mataram aku membeli majalah Maria Claire Indonesia edisi januari 2011 karena melihat Judul artikel "Nikah Beda Agama Ternyata Bisa Legal", menarik menurutku karena setauku di Indonesia pernikahan beda agama tidak bisa dilakukan. Seperti biasa setiap membeli majalah baru, aku melihat halaman per halaman terlebih dahulu kemudian baru dibaca satu persatu. Sampai di halaman Fashion Lesson White Shirt, aku tertarik melihat Jelly Sandals merk Pedder Red yang setelah kutelusuri ternyata bisa dibeli di Plaza Indonesia Lt2 Telp. 39831155. Huhu, aku ngiler liat sandalnya meskipun tercantum harganya Rp. 799.900. Tetapi aku tetap pingin.. Bagaimana caranya aku mendapatkannya ya? Sampai satu ketika saat aku iseng sms-an dengan salah satu Medical Representatif terbaikku (beberapa tahun yang lalu pernah melakukan kunjungan dinas ke Sumbawa saat dia tugas di Mataram namun saat ini, berkat kerja kerasnya dia menjadi Area Manager di satu wilayah) ternyata dia lagi meeting di Jakarta. Aku isengi-iseng nanya apakah dia ada waktu jalan-jalan keluar, jauhkan tempat meetingnya dengan Plaza Indonesia karena aku ingin minta tolong membelikan sendal itu di Plaza Indonesia? Uuuuh, hopeless membaca balasannya dia sangat sibuk dan Big Boss nya lagi stressing mereka semua. Meeting sampe larut malam.. Huhu sedih, tetapi dia tetap minta aku mengirimkan gambar sendal, alamat serta nomor telp shopnya. Aduuuh, ada setitik harapan neh. Aku menelpon tokonya untuk menanyakan adanya stock sandal itu ukuran 38, dan ternyata masih ada. Seneeeengnya. Dan aku sempet melupakannya sesaat hingga suatu Jumat, Wayan Widi namanya menelponku dan dia ada di Plaza Indonesia. Agak kesulitan dia mencari tokonya, namun akhirnya ditemukan. Dan.. Treng treng sandalnya ditemukan, dengan bantuan teman wanitanya yang mencoba memastikan apakah bahan sendalnya nyaman dipakai dikaki? Ternyata menurut dia nyaman, dan membuat hatiku semakin yakin untuk membelinya. Okeee, kuputuskan untuk membeli memakai uangnya dulu dan aku akan menggantinya belakangan. Oooooh, Puji Tuhan ternyata diskon 30% menjadi 560rb hehe.. Betapa beruntungnya.. Aku mengucapkan terimakasih banyak padanya, yang meskipun dalam keadaan sibuk masih sempat membantu aku.. Dan aku ga akan melupakan kebaikannya. Lewat Agung temannya di Bali, dia menitipkan sandal itu untuk dikirim ke Sumbawa. Dan hari ini paket sendalnya udah nyampe, dengan kecepatan tinggi aku mencobanya.. Ohhhh, My God.. Pas banget dan cantik banget dikaki.. Nyaman.. Ga nyeseeeeel.. Makasih ya buat mereka yang sudah membantu aku, akhirnya aku memiliki sandal yang ku inginkan..hehe. Kalau Jodoh ga kan kemana, ada aja caranya Tuhan menolong hehe.. Thx God.
Label:
cerita
Ada - Ada Aja
Ada satu kejadian dipraktek yang membuat aku agak ga nyaman perasaannya. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 23:30, tetapi masih ada satu pasien yang terakhir. Seorang ibu dari luar kota Sumbawa bersama dengan anak perempuan berumur 5thn yang mengeluh demam dan batuk. Aku memeriksanya dengan teliti, agar dapat menentukan diagnosa dengan tepat dan bisa memberikan terapi yang optimal sesuai dengan penyakitnya. Ternyata anaknya terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dan setelah menimbang berat badannya, aku memberinya obat antibiotik, penurun demam dan puyer batuk pilek. Aku sarankan minum obatnya teratur, antibiotik harus dihabiskan, dan jaga makanannya. Aku menyebutkan sejumlah angka untuk pembayarannya. Dia meminta kwitansi agar dapat diklaim di perusahaan tempat suaminya bekerja. Namuuuuuuun alamak, aku terkejut saat dia meminta aku menuliskan pembayaran dikwitansi 2x lipat dari pembayaran yang aku minta dengan alasan untuk biaya transportasi bis dia dan anaknya, terlebih saat itu dia lagi ga punya uang. Aku ga menyangka, bisa mengalami hal ini (mang dipikirnya aku siapa). Dengan sedikit menahan perasaan, aku menjelaskan dan minta maaf karena aku tidak bisa memenuhi permintaannya, ini bertentangan dengan etika dan hati nuraniku. Saya mohon maaf, saya hanya akan menuliskan kwitansi sesuai dengan pembayaran yang saya minta. Jika saya menulis lebih artinya saya melakukan penipuan dan bisa merugikan perusahaan. Dia menjawab, "Perusahaan sebesar itu ga akan rugi kalau kwitansinya ditambah cuma segitu,dok. Lagian, beberapa hari yang lalu saat anak saya masuk UGD, saya lupa meminta kwitansi." (Aduuuh, aku sebenarnya udah lelah krn ini sudah tengah malam tapi ibunya masih ngotot gitu). Maaafkan saya ibu, saya ga bisa melakukannya. Untuk kwitansi yang lupa diminta saat di UGD, mungkin ibu bisa ke UGD untuk memintanya karena mereka pasti punya data pasien yang pernah ditangani. Ehh, Ibunya jawab lagi, "Dokter lain bisa kog dimintain tolong kayak ini." (ya ampun, si ibu malah banding2kan aku dengan dokter lain). Aku menghela nafas dan menjawab,"Maaf ibu, setiap dokter punya prinsip yang berbeda. Saya tetap ga bisa menolong dalam hal ini. Meskipun saya ga ada hubungan dengan perusahaan suami ibu, tapi saya ga mungkin merugikan mereka." Tapi dokter, mereka juga ga akan tau kalo kwitansinya dinaikkan. Ini cuma antara saya dan dokter (Adoooooooow, ibunya nyaut lagi dan aku dah mulai capek berdebat dengan ibu ini). Maaaaaaaf beribuuuuu maaaf ibu, saya menjadi dokter untuk melayani pasien, saya akui saya bukan manusia sempurna tapi prinsip saya akan selalu berusaha bekerja sesuai dengan hati nurani. Saya ingin tidur nyenyak ibu, saya ga mau tidur saya terganggu hanya karena memikirkan saya melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hati. Perusahaan mungkin ga kan pernah tau apa yang saya lakukan, tapi Tuhan tau dan saya lebih takut Tuhan marah karena saya melakukan hal ini.. Ini ibu, aku meletakkan uang separuh dari nilai kwitansi yang diminta beserta kwitansi pembayaran obat yang sesungguhnya. Saya ikhlas memberikannya untuk membantu transportasi ibu (Bukan aku sok baik atau sok pahlawan, sungggggguuuuuuh. Aku hanya ingin hidup tenang, dan ga mau ribet). Mata ibunya berkaca2. Aku cepet-cepet minta maaf, bila beliau tersinggung. Aku menjelaskan bahwa aku tidak berniat jelek, hanya ingin membantu.. Agak tersendat dia berkata bahwa dia minta maaf, sama sekali ga menyangka aku akan berpegang keras pada prinsipku, dia mengira aku bisa diajak kerjasama untuk hal itu, apalagi menurut dia tentu ga ada ruginya untuk aku krn toh dia akan tetap membayar aku. Selama ini dia ga pernah berpikir, Tuhan bisa melihat sekecil apapun perbuatan manusia. Dia lupa, karena selama ini dia merasa nyaman melakukannya. Dia mengucapkan terimakasih padaku karena sudah mengajarkan pelajaran berharga untuk dia dan saya sungguh malu terhadap dokter.. Betapa leganya perasaan saya. Terimakasih Tuhan atas tuntunanmu, sehingga aku bisa menyelesaikan masalah ini dengan berakhir baik.. Aku menutup pembicaraan dengan kalimat, "Bila kita mengakui dosa kita kepada Allah, Ia akan menepati janji-Nya dan melakukan yang adil. Ia akan mengampuni dosa kita dari segala perbuatan kita yang salah." Amiiin. Dia tersenyum dan berjabat tangan denganku sambil mengucapkan terima kasih sekali lagi. Aku pulang ke rumah dengan hati yang sangat tenang.
Label:
cerita
Ironis
Praktek pribadiku buka pukul 17:00, terkadang lebih cepat karena lagi rajin2nya atau lebih lambat hehe kalo ini seringnya karena telat bangun.. Hari itu seperti biasa aku melayani pasien2ku dengan hati, tidak membedakan antara kaya miskin, pejabat atau orang biasa, dll. Asistenku, membantuku mendaftarkan pasien dan mencarikan kartu medical recordnya, mereka akan dipanggil satu persatu sesuai dengan antriannya. Oke, praktek segera kumulai. Seorang wanita masuk ruanganku bersama suaminya, mengungkapkan masalah mereka yang ternyata belum memiliki anak setelah 5thn menikah. Masalah ini beberapa kali kutemui di praktek, yang dalam dunia medis disebut infertilitas. Penyebabnya, bisa dari pihak wanita seperti faktor usia >40th, haid yang tidak teratur, adanya penyakit (fibroid, endometriosis, infeksi panggul/ radang panggul), atau stress, kemudian penyebab dari pihak laki2 karena tidak adanya sperma, atau kurangnya jumlah sperma yang disebabkan adanya riwayat pecandu rokok dan alkohol, atau kebiasaan menaruh HP disaku celana yang bisa mengurangi 30% jumlah sperma. Namun setelah aku bertanya lebih dalam dan mendetail, kemudian pemeriksaan fisik kulakukan, tidak kutemukan adanya gangguan infertilitas baik dari pihak pria maupun wanita. Apalagi pemeriksaan lengkap yang sehubungan dengan pemeriksaan infertilitas telah dilakukan sebelumnya di dokter kandungan dan dinyatakan sehat. Aku menyampaikan ke pasienku bahwa mereka sehat namun Tuhan belum mengijinkan untuk memiliki keturunan, namun kita bisa mengambil hikmah ada banyak hal positif yang bisa dilakukan sebelum memiliki anak seperti konsentrasi mengejar karir, atau refresing ketempat2 indah, sambil trus bergumul dalam doa kepada Tuhan bahwa mereka sangat merindukan kehadiran anak. Saya yakin Tuhan ga kan menutup mata untuk umatNya yang sangat berharap pertolonganNya.. Kulihat mata wanita itu berkaca2 sambil mengucapkan terimakasih kepadaku karena telah menjelaskan dan menenangkan hati mereka. Aku bisa melihat kesedihan dimata mereka, begitu berharap segera memiliki anak. Aku memberikan vitamin untuk mereka untuk menjaga kesehatannya, aku sendiri ga bisa berbuat banyak tetapi dalam hati turut mendoakan dengan ikhlas agar permohonan mereka Tuhan kabulkan segera, Amin.. Aku sadar bahwa praktek dokter bukan hanya melulu menyembuhkan pasien secara fisik, tapi jiwanya juga sangat penting untuk disembuhkan.. Okee, beberapa pasien selanjutnya dengan keluhan yang bermacam2 kutangani dengan teliti, hingga saat masuknya pasienku seorang wanita dengan wajah sedikit agak panik dan terburu2 hingga ga sengaja kakinya terbentur meja dipraktekku. Ehm.. Aku bertanya2 dalam hati, ada masalah apakah sehingga pasienku keliatan begitu panik. Ahaaaa, ternyata masalahnya terlambat haid 2 minggu dan setelah tes kehamilan sendiri hasilnya positif.. Dia sudah menikah dan memiliki 2orang anak, umur 6th, dan 2th. Lalu apa yang membuat panik? Ternyata, dia ga menginginkan anak itu krn anak keduanya masih kecil dan dia berencana mau ikut program TKW ke Malaysia. Dia memohon padaku untuk membantu menggugurkan kandungannya. Aku terperangah sesaat, rasanya ga percaya. Dia memiliki suami yang sah tetapi dia ga menginginkan anaknya. Aduuuh, anehnya dunia ini. Aku bertanya apakah suaminya setuju untuk digugurkan? Rupanya suaminya belum mengetahui kehamilannya (waduh berat nih). Dengan nada serendah mungkin, aku memberikan pengertian bahwa menggugurkan kandungan adalah perbuatan dosa, belum lagi resiko akibat digugurkan (infeksi, perdarahan, bahkan kematian) dan saya sbg dokter bila membantu menggugurkan kandungan bisa dihukum penjara, denda 500jt, dicabut ijin prakteknya dan perasaan berdosa yang mungkin ga kan bisa dilupakan seumur hidup karena membunuh janin. Menjadi TKW bisa lain kesempatan. Namun dia masih saja ngotot, mendesakku dgn berjanji akan tutup mulut ga kan menceritakan ke siapapun juga tentang hal ini dan akan membayar berapapun yang saya minta. Saya berusaha sabar, meskipun dalam hati merasa dia merendahkan saya (belum tau dia berhadapan dengan siapa ya hehe). Kusampaikan bahwa janin yang ada didalam kandungan mempunyai hak untuk hidup, dia adalah Anugerah Tuhan yang luar biasa untuk ibu dan keluarga, banyak keluarga yang bertahun2 mendambakan anak tapi belum mendapatkannya, seharusnya ibu bersyukur Tuhan menganugerahi anak apalagi ibu baru memiliki 2 anak tentu ga masalah tambah 1 lagi, dan setelah itu bisa ber-KB untuk menundanya. Ibu ga kan pernah tau anak yang sekarang ibu kandung mungkin akan menjadi seorang Gubernur, Pengusaha hebat, Dokter atau jadi seseorang yang terkenal dan dapat dibanggakan, atau dia akan menjadi anak yang sangat berbakti pada orangtuanya. Dan dia.... Belum selesai aku mengucapkan kalimatku, ibunya sudah menangis tersedu2.. Maafkan saya, dokter.. Maafkan saya. Saya merasa bersalah punya pikiran untuk menggugurkan kandungan ini. Terimakasih dokter mau sabar menyadarkan saya, padahal saya uda ngotot2 memaksa dokter. Saya menjawab dengan perasaan lega,"Tidak ada yang perlu dimaafkan,bu karena itu tugas saya. Saya hanya tidak ingin ibu menyesal kemudian dan tentunya sesal kemudian tidak ada gunanya." Saya bersyukur kepada Tuhan, ibu membatalkan niat itu dan saya berharap ibu akan menjaga kandungan ibu sebaik-baiknya dengan kontrol rutin setiap bulan ke dokter. Kalau Tuhan ijinkan, beberapa tahun setelah anak ini lahir, ibu pasti akan mendapat kesempatan ikut program TKW lagi. Ibu mengerti kan maksud saya? Ibunya menganggukkan kepala sambil mengusap airmatanya.. Saya mengerti, dok.. Terimakasih, dokter.. Aaaaaaaah, ironis sekali kejadian hari ini, diwaktu yang hampir bersamaan ada ibu yang telah bertahun-tahun menikah tetapi belum punya anak, menangis karena begitu merindukan memiliki buah hati.. Tetapi disatu sisi ada ibu yang justru telah dianugerahkan anak malah ingin membuangnya.. Begitu bertolak belakang. Dan inilah realita kehidupan didunia.. Aku hanya bisa berdoa, kiranya Tuhan menolong menyelesaikan masalah kedua wanita itu. Aku yakin, Tuhan tidak pernah merencanakan rancangan kecelakaan untuk umatNya, namun rancangan Damai Sejahtera untuk mereka yang bersandar padaNya.. Amiiiin.
Label:
cerita
Minggu, 09 Januari 2011
Minggu, 9 Januari di Mataram
![]() |
| Bandara Selaparang-Lombok |
Aku langsung menuju bagian informasi dan pendaftaran, tenyata Dokter spesialis bedah bisa ditemui di poliklinik bedah hari kerja atau mungkin bisa melalui UGD dengan mencoba konsultasi triase (dokter umum yang di UGD). OK aku segera ke UGD dan mendaftar dan yang pasti aku ga mengaku diriku dokter juga.. Hehe maluuuuuuuu.. Siiiiiip.. ok deal, dokter bedahnya bersedia datang jam 13.00. Aku menunggu tentu bukan di UGD tapi diluar sambil mencari minuman manis n cemilan. Singkat cerita,, akhirnya jam 15.00 aku baru bisa diperiksa. Seperti yg kuduga radang kelenjar getah bening atau istilah kerennya limfadenitis, aku disarankan minum antibiotik dan analgetik selama 5hari, kalau dalam 2 minggu masih ada benjolannya, aku disarankan kembali dan dilakukan biopsi,,ooww ooww,,dokter juga manusia bisa sakit n bisa takuuuuuut hehe... tapi aku sedikit lega karena tindakan biopsi itu blum perlu dilakukan sekarang,Thanks God. Tapi apa seh Limfadenitis itu?? Penyebab dan serba serbinya?? kamu kamu bisa baca di blog dunia Kesehatanku ya,,,
Label:
cerita
Langganan:
Komentar (Atom)





